Dibaca 0 Kali
MULYA ASRI - tubaba.go.id – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., memberikan arahan tegas kepada para tenaga pendidik dalam kegiatan Penguatan Implementasi 5 Pilar Pendidikan Berkarakter di Aula SMPN 6 Tubaba, Tiyuh Mulya Asri, Senin (27/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Novriwan menekankan bahwa peran guru di era modern harus bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi agen pembangunan yang fokus pada pembentukan karakter siswa.
Mengawali arahannya, Bupati memaparkan lima program unggulan Kabupaten Tubaba. Menariknya, ia menempatkan pembangunan infrastruktur pada posisi buncit dalam skala prioritas.
Adapun lima program prioritas tersebut meliputi:
• Tubaba Q Sehat: Fokus pada pelayanan kesehatan gratis setiap dua minggu di tiap tiyuh dan pengembangan spesialisasi RSUD.
• Tubaba Q Cerdas: Penguatan sistem pendidikan berbasis karakter.
• Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Melalui penyaluran KUR Super Mikro tanpa agunan.
• Lingkungan Hidup: Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir melalui Bank Sampah.
• Infrastruktur: Sebagai penunjang mobilitas, namun bukan prioritas utama di atas nyawa dan pendidikan.
Novriwan sempat melontarkan kritik membangun terkait pergeseran fungsi guru saat ini. Menurutnya, banyak guru yang terjebak dalam rutinitas mengejar kurikulum dan materi mata pelajaran, namun melupakan esensi mendidik karakter.
"Saya tanya, bapak-ibu ini mengajar atau mendidik? Kalau hanya transfer ilmu pengetahuan, itu namanya mengajar," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) hanya membutuhkan waktu singkat untuk diasah, namun kecerdasan emosional (EQ) dan karakter membutuhkan keteladanan dan waktu yang lama. Beliau merujuk pada keberhasilan Jepang yang memprioritaskan etika dan disiplin pada level pendidikan dasar.
Selain pendidikan, Bupati membagikan visi ambisiusnya di sektor kesehatan. Saat ini, Pemkab Tubaba telah menyekolahkan dokter spesialis ke Cina untuk mempelajari teknik Digital Subtraction Angiography (DSA) atau metode penanganan stroke tanpa bedah tempurung kepala.
"Nanti, orang dari ujung Sumatera kalau mau berobat saraf atau jantung tidak perlu ke Jakarta lagi, cukup ke Tubaba. Kita sudah siapkan fasilitasnya agar uang masyarakat tidak keluar daerah," tegasnya.
Menutup arahannya, Novriwan mengajak seluruh guru di SMPN 6 Tubaba untuk menghidupkan kembali kepedulian terhadap siswa. Ia berharap guru tidak lagi abai terhadap kedisiplinan siswa hanya karena merasa sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi.
"Tugas kita bukan menjadikan anak-anak itu dokter atau insinyur secara instan. Tugas kita di SD dan SMP adalah membentuk fondasi karakter. Kalau karakternya kuat, mereka akan mencari jalannya sendiri untuk sukses," pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda "Forkopimda Masuk Sekolah" yang bertujuan menyelaraskan visi pemerintah daerah dengan para praktisi pendidikan di lapangan. (Richard)