Dibaca 83 Kali
Pulung Kencana – tubaba.go.id — Wakil Bupati Tulang Bawang
Barat (Tubaba), Nadirsyah, menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset terpenting
sekaligus masa depan Kabupaten Tubaba. Karena itu, seluruh pihak memiliki
tanggung jawab untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang
aman, nyaman, serta bebas dari rasa takut dan kekerasan.
Hal tersebut disampaikan Nadirsyah saat menjadi Pembina
Upacara dalam kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah yang berlangsung di SMP Negeri
9 Tubaba, Senin (10/8/2026).
“Anak-anak adalah aset terpenting dan masa depan Kabupaten Tubaba.
Karena itu, mereka harus tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari
rasa takut,” ujar Nadirsyah.
Ia menekankan, tidak boleh ada pembiaran terhadap aksi
perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, sekecil apa pun bentuknya.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang ramah dan memberikan rasa aman
bagi seluruh peserta didik.
“Tidak boleh ada pembiaran terhadap aksi perundungan,
sekecil apa pun itu. Sekolah harus menjadi lingkungan yang ramah anak dan
menghentikan segala bentuk bullying maupun kekerasan,” tegasnya.
Nadirsyah juga mengajak seluruh unsur pendidikan,
pemerintah, orang tua, serta masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran
dalam mencegah dan menghentikan kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah tidak hanya
menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan dan keamanan kepada
para pelajar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak
dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
“Mari kita jadikan momentum kegiatan Forkopimda Masuk
Sekolah ini sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Tubaba yang Zero
Violence atau nihil kekerasan terhadap anak,” ajaknya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua I TP-PKK Tubaba,
Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas
Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Protokol, serta Camat Tulang
Bawang Tengah.
Kehadiran jajaran Forkopimda dan perangkat daerah dalam
kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam
menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas
dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.