Ketua TP-PKK Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat, Pemerintah Ajak Masyarakat Aktif Manfaatkan Layanan Kesehatan dan Lawan Stigma TBC

Tuesday, 10 Feb 2026

Dibaca 131 Kali

Tulang Bawang Barat — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ny. Novianti Novriwan, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis Tubaba Q Sehat yang digelar secara serentak di sejumlah tiyuh. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kantor Tiyuh Gedung Ratu, Selasa (10/02/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Ny. Novianti Novriwan menyampaikan bahwa program Tubaba Q Sehat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat agar dapat diakses secara cepat, mudah, dan gratis.


“Program ini bertujuan mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, sehingga pelayanan bisa dirasakan langsung, cepat, dekat, dan tanpa biaya. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan layanan kesehatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ny. Novianti.


Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC). Menurutnya, masyarakat tidak perlu merasa malu untuk memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.


“Jangan malu untuk berobat. Kalau ada keluhan, segera periksa. Kesembuhan memang di tangan Allah, tetapi kita tetap wajib berusaha,” tegasnya.


Ny. Novianti turut mengapresiasi keterlibatan bapak-bapak yang aktif hadir dalam kegiatan tersebut. Hal ini dinilainya sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga.


Selain kesehatan individu, Ketua TP-PKK Tubaba juga mengingatkan pentingnya kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pemilahan sampah rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa pemilahan sampah basah dan sampah plastik merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Tubaba bersama TP-PKK yang harus dimulai dari rumah tangga.


“Kami di rumah dinas sudah mulai memisahkan sampah plastik. Ke depan akan dibentuk bank sampah dan dilakukan sosialisasi lanjutan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.


Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Camat Tulang Bawang Udik, Ashari, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penanganan penyakit TBC masih menjadi perhatian serius, terutama karena masih adanya stigma di masyarakat yang menganggap TBC sebagai penyakit aib.


“Salah satu kendala utama adalah anggapan bahwa TBC merupakan penyakit yang memalukan, sehingga penderita enggan memeriksakan diri. Padahal, TBC bukan penyakit aib dan pengobatannya tersedia secara gratis,” ujar Ashari.


Ia mengajak seluruh kepala tiyuh beserta jajaran, perangkat tiyuh, kader TIU, BPD, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat agar tidak takut dan tidak malu melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.


Ashari juga mengimbau masyarakat yang merasa memiliki gejala atau mencurigai tanda-tanda TBC agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Menurutnya, keterbukaan dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.


“Penyakit TBC tidak boleh disembunyikan. Jika tidak ditangani secara terbuka dan tepat, justru berpotensi meningkatkan risiko penularan,” tambahnya.


Melalui pelaksanaan program Tubaba Q Sehat dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pencegahan penyakit, serta pengelolaan lingkungan yang bersih dapat terus meningkat, demi mewujudkan masyarakat Tubaba yang sehat, produktif, dan sejahtera.


Diposting oleh Yogi
Dinas Komunikasi dan Informatika