Pemkab Tubaba Ikuti Rakor Percepatan Penanggulangan TBC, Wagub Lampung Tekankan Sinergi Lintas Sektor

Monday, 27 Apr 2026

Dibaca 49 Kali

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Kesehatan mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) tingkat Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 27 April 2026.


Rapat ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, jajaran pemerintah provinsi, serta perwakilan dari 15 kabupaten/kota yang terdiri dari Dinas Kesehatan, PERKIMTA, Dinas Sosial, dan PMD.


Dalam arahannya, Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TBC.


“Percepatan eliminasi TBC tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar capaian kita bisa maksimal,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa capaian kinerja Provinsi Lampung dalam penanggulangan tuberkulosis saat ini masih belum optimal, yakni baru mencapai sekitar 13% dari target nasional sebesar 90%.


“Capaian ini masih jauh dari target. Kabupaten/kota harus lebih aktif meningkatkan penemuan kasus melalui berbagai kegiatan dan inovasi, serta memperkuat upaya pencegahan penularan,” tambahnya.


Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah strategi percepatan penanggulangan TBC di Provinsi Lampung, di antaranya penguatan skrining dan identifikasi dini, peningkatan notifikasi kasus, serta pengobatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan angka kesembuhan hingga mencapai target nasional tahun 2029.


Selain itu, rapat menyoroti masih rendahnya cakupan penemuan kasus TBC di Lampung yang memerlukan intervensi lebih intensif, termasuk dukungan kebijakan, penguatan anggaran, serta integrasi program lintas sektor. TBC juga ditegaskan sebagai persoalan tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sosial, sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.


Sejumlah permasalahan teknis turut menjadi perhatian, seperti pasien TBC lintas wilayah yang berdampak pada ketidaksinkronan data kinerja, keterbatasan akses layanan radiologi, serta rendahnya penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) oleh masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, diusulkan pengadaan layanan mobile X-ray berbasis regional, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten/kota.


Rapat juga mendorong pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC di daerah serta pelaksanaan rapat koordinasi rutin guna memantau progres. Selain itu, penguatan peran Desa Siaga TBC melalui keterlibatan kader kesehatan di tingkat desa menjadi salah satu langkah strategis yang diusulkan.


Terkait program pendukung, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap bantuan renovasi rumah bagi pasien TBC sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan.


“Program renovasi rumah bagi pasien TBC harus kita sukseskan bersama. Rumah yang tidak layak huni dan tidak sehat harus menjadi perhatian, karena kondisi hunian sangat berpengaruh terhadap penularan di lingkungan keluarga,” ujarnya.


Pada akhir rapat, Wakil Gubernur meminta setiap kabupaten/kota, termasuk Tulang Bawang Barat, untuk segera menyusun roadmap tindak lanjut yang jelas dan terukur.


“Saya minta setiap daerah segera menyusun roadmap yang jelas dan terukur, serta melaporkan progresnya pada rapat rutin berikutnya yang akan saya pimpin langsung,” pungkasnya.


Dengan keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, Pemkab Tubaba menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penanggulangan TBC melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan program di tingkat daerah, serta implementasi kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.



Diposting oleh Yoga
Dinas Komunikasi Dan Informatika