Dibaca 64 Kali
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Untung Budiono, S.Sos., M.H., secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kader Posyandu dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Tumijajar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Penginapan Griya Aulia, Kamis (23/04/2026).
Dalam sambutannya, Untung Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu dan jajaran SPPG atas kolaborasi yang telah terbangun dalam mendukung program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari program strategis nasional.
“Program ini adalah program pro-rakyat dan pro masa depan Indonesia. Keberhasilannya akan sangat menentukan terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Untung.
Ia menjelaskan bahwa cakupan program MBG tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga kelompok rentan yang dikenal sebagai B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok ini sebagian besar berada di lingkungan masyarakat, sehingga membutuhkan peran aktif kader Posyandu dan pendamping di tingkat bawah.
“Oleh karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, dinas kesehatan, hingga kader di lapangan agar seluruh sasaran dapat terjangkau,” tegasnya.
Dalam arahannya, Untung Budiono menekankan pentingnya pendataan yang akurat sebagai dasar utama keberhasilan program. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan, baik itu sasaran yang seharusnya menerima namun terlewat, maupun sebaliknya.
“Data harus benar-benar valid, 100 persen akurat, dan tidak boleh ada kesalahan. Jangan sampai yang seharusnya masuk tidak terdata, atau yang tidak berhak justru menerima,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa capaian pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tulang Bawang Barat saat ini masih berada di bawah target nasional, yakni di kisaran 50 hingga 75 persen. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera ditingkatkan.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ke depan, capaian program ini akan menjadi salah satu indikator evaluasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah,” tambahnya.
Untung juga mengajak seluruh jajaran SPPG untuk aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak di wilayah masing-masing, termasuk pemerintah tiyuh, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah terkait. Ia menekankan bahwa keberhasilan program harus dimulai dari perencanaan yang baik, diawali dengan pendataan yang tepat.
Melalui Rakor ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, sinergi, serta komitmen bersama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tumijajar, sehingga seluruh masyarakat yang menjadi sasaran dapat terlayani dengan baik.
(BAGUS)