Tubaba Jadi Saksi Kreativitas Generasi Emas: 600 Anak PAUD Membatik di HUT ke-17

Thursday, 21 May 2026

Dibaca 81 Kali

PANARAGAN - tubaba.go.id – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ke-17 mencapai puncaknya di sektor pendidikan anak usia dini. Sebanyak 600 peserta didik dari 27 PAUD se-Kabupaten Tubaba berkumpul di Aula Sesat Agung Bumi Gayo untuk mengikuti kegiatan "Gebyar PAUD: Membatik Bersama", Kamis (21/05/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpaudi Tubaba bekerja sama dengan Rumah Batik dan Ecoprint Pranandita ini dibuka langsung oleh Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P. Kehadiran jajaran pimpinan daerah, termasuk Bunda PAUD Tuba a Ny. Novianti Novriwan, Ketua I TP PKK Ny. Ana Nadirsyah dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), menegaskan pentingnya acara ini dalam kalender pembangunan daerah.

Ketua Himpaudi Tubaba, Ny. Zelda Nora Afriza, S.K.M., dalam sambutannya menekankan bahwa membatik bukan sekadar aktivitas seni, melainkan media pembentuk karakter. "Anak-anak adalah aset emas. Di sini mereka belajar kesabaran, fokus, dan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini. Ini adalah fondasi sebelum mereka melanjutkan estafet pembangunan bangsa," tuturnya.

Ia juga menitipkan pesan mendalam bagi para orang tua untuk tidak sepenuhnya menyerahkan pendidikan kepada guru. Sinergi antara lingkungan sekolah dan rumah menjadi kunci utama dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.

Di hadapan ratusan orang tua dan pendidik, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan pidato reflektif mengenai arah masa depan Tubaba. Ia menggarisbawahi lima program unggulan daerah, di mana kesehatan dan pendidikan menempati urutan teratas.

​Bupati memaparkan data yang cukup menantang: partisipasi layanan kesehatan gratis baru mencapai 5% dan angka harapan hidup rata-rata masyarakat berada di usia 70 tahun. "Kesehatan sangat penting karena menyangkut nyawa dan menjadi tolak ukur dana transfer pusat. Saya mengajak seluruh warga untuk lebih peduli melalui program TubabaKu Sehat," tegasnya.

​Di sektor pendidikan, Bupati menyoroti rendahnya angka lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi, yakni hanya 26%. Untuk memutus mata rantai tersebut, Pemkab Tubaba telah mengambil langkah progresif dengan menjalin kerja sama strategis (MoU) bersama instansi elit nasional.

​"Kami sudah siapkan jalur beasiswa ke STAN, BPS, STTD (Perhubungan), hingga STT Telkom. Begitu anak-anak kita lulus, mereka langsung ditarik menjadi ASN di Tubaba. Ini komitmen kami agar SDM lokal menjadi tuan rumah di tanah sendiri," tambah Novriwan yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.

Acara ditutup dengan prosesi pembukaan simbolis oleh Bupati, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi membatik. Dengan penuh antusias, jemari kecil para peserta mulai menggoreskan warna di atas kain di bawah panduan Dita Novita Rini dari Rumah Batik Pranandita.

​Melalui Gebyar PAUD ini, Tubaba tidak hanya merayakan usia ke-17 dengan seremoni, tetapi dengan langkah nyata menanamkan investasi terbaik: kualitas manusia sejak usia dini.

Diposting oleh Richard
Dinas Komunikasi dan Informatika