Bupati Tubaba Soroti Kinerja Koordinator MBG: Peringatkan Soal Koordinasi

Tuesday, 09 Dec 2025

Dibaca 119 Kali

Kominfo.tubaba.go.id – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., memimpin jalannya Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025.

Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (09/12/2025), Bupati Novriwan menyoroti lemahnya koordinasi pelaksana program, sambil mendorong agar program unggulan Presiden ini dijadikan momentum untuk memberdayakan ekonomi lokal, terutama peternak kambing dan petani sayur.

​Bupati Novriwan secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap Koordinator Program MBG yang dinilai tidak menjalin komunikasi dengan baik. Ia mengingatkan bahwa kurangnya koordinasi dan kolaborasi bisa menjadi catatan buruk dalam evaluasi Kemendagri, bahkan mengancam perubahan skema program menjadi pemberian dana langsung.

​"Kalau seandainya kalian ditutup, kan kasihan. Ada berapa banyak lapangan pekerjaan yang hilang," tegasnya, menekankan agar semua pihak bekerjasama demi kelangsungan program.

​Selain masalah koordinasi, Bupati juga mendorong agar program MBG dijadikan motor penggerak ekonomi lokal, sesuai dengan "roh" program tersebut. Dua fokus utama adalah pengelolaan sampah dan penyerapan produk ternak/pertanian lokal.

​Novriwan menyoroti status Tubaba sebagai lumbung ternak kambing Pulau Sumatera, di tengah anjloknya harga kambing saat ini.

​Untuk itu, Bupati meminta Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) agar mulai memanfaatkan potensi daging kambing lokal. Jika rata-rata kebutuhan daging per SPPG adalah 100 kg per minggu, Bupati mengimbau 30 kg di antaranya adalah daging kambing. "Ini agar roda ekonomi masyarakat juga akan muter. Kita berbuat untuk masyarakat kita," harapnya.

​Bupati juga memerintahkan SPPG untuk segera berkoordinasi dengan Bank Sampah di tiap tiyuh/ desa untuk mengelola limbah dan melarang pembakaran sampah. Selain itu, SPPG diminta menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk menyerap produk sayur-sayuran, sebagai alternatif bagi petani yang kini terbebani oleh murahnya harga singkong.

​Terakhir, Novriwan menekankan perlunya kewaspadaan tinggi dan penerapan SOP higienitas secara penuh, mengingat pelayanan dilakukan setiap hari.

​Bupati meminta Kepala SPPG segera menyelesaikan masalah pengelolaan limbah dan mempercepat pengurusan sertifikasi layak higienis, serta berjanji Pemerintah Daerah siap membantu mengatasi kesulitan tersebut.

Rapat koordinasi ini direncanakan akan diadakan secara rutin untuk memastikan pengawasan program unggulan Presiden berjalan lancar di Tubaba.

Diposting oleh Richard
Dinas Komunikasi dan Informatika