Dibaca 33 Kali
Panaragan – tubaba.go.id - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung menggelar Exit Meeting terkait Evaluasi Akuntabilitas Pembangunan Tiyuh (Desa), bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Selasa (27/08/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten
Tubaba, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat
se-Kabupaten Tubaba, serta Tim Evaluasi BPKP Perwakilan Provinsi Lampung.
Pertemuan ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap tata
kelola pembangunan tiyuh, khususnya dalam aspek administrasi, pengelolaan aset,
akuntabilitas keuangan, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan
aparatur tiyuh guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Perwakilan Tim Evaluasi BPKP Perwakilan Provinsi Lampung, Ade
Prianto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tata kelola administrasi dan
manajemen aset tiyuh merupakan aspek penting dalam mendukung percepatan
pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Peningkatan kualitas tata kelola administrasi dan manajemen
aset tiyuh yang tertib akan menjadi fondasi yang kuat untuk mempercepat
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Tubaba,” ujar Ade Prianto.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang optimal
antara aparatur tiyuh, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merencanakan
serta mengelola potensi yang dimiliki setiap tiyuh.
“Optimalisasi sinergi antara aparatur tiyuh, pemerintah
daerah, dan masyarakat dalam merencanakan serta mengelola potensi desa sangat
krusial untuk mewujudkan kemandirian dan kemajuan tiyuh di Tubaba,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir. Iwan
Mursalin, S.Si., M.M., M.T., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus
memperkuat pendampingan dan pembinaan terhadap aparatur tiyuh, terutama dalam
mewujudkan tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pendampingan serta
pembinaan bagi aparatur tiyuh agar seluruh tata kelola keuangan mulai dari
penyusunan anggaran hingga kelengkapan dokumen pertanggungjawaban (SPJ) dapat
dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel,” tegas Iwan Mursalin.
Menurutnya, pengelolaan aset tiyuh juga menjadi perhatian
penting yang perlu ditindaklanjuti secara cermat melalui koordinasi dan
verifikasi bersama pemerintah daerah. Hal ini mencakup kepastian status hukum
alas hak tanah serta penatausahaan barang inventaris agar seluruh aset dapat
tercatat dan dikelola dengan baik.
“Pengelolaan aset tiyuh, termasuk kepastian status hukum atas
hak tanah dan penatausahaan barang inventaris, harus terus diverifikasi secara
cermat bersama pemerintah daerah untuk menjamin transparansi serta
keberlanjutan hasil pembangunan bagi masyarakat di Tubaba,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Exit Meeting ini, Pemerintah
Kabupaten Tubaba berharap hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan dan
tindak lanjut bagi seluruh pihak terkait dalam meningkatkan kualitas tata
kelola pemerintahan tiyuh.
Penguatan administrasi, akuntabilitas pengelolaan keuangan,
penertiban aset, serta sinergi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu
mendukung pembangunan tiyuh yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan,
sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Kabupaten Tubaba.