Dibaca 57 Kali
Panaragan – tubaba.go.id – Pemerintah Kabupaten Tulang
Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (PPPA) menggelar kegiatan Pemberdayaan Perempuan Bidang Hukum bersama
Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di
Ruang Rapat Dinas PPPA Tubaba, Senin (03/08/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua I Tim
Penggerak PKK Kabupaten Tubaba, Ny. Ana Nadirsyah, serta dihadiri Ketua Dharma
Wanita Persatuan Kabupaten Tubaba, perwakilan Ikatan Keluarga Dewan (IKD),
Ketua Forum PUSPA, Ketua PUSPAGA, organisasi-organisasi perempuan se-Kabupaten Tubaba,
dan seluruh peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Tubaba, dr.
Wita Hestriani, M.Kes, menjelaskan bahwa Forum PUSPA merupakan forum yang
menghimpun berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi
masyarakat, media, perguruan tinggi, hingga individu yang memiliki kepedulian
terhadap kesejahteraan perempuan dan anak.
Ia menyampaikan bahwa kepengurusan Forum PUSPA di Kabupaten Tubaba
telah beberapa kali mengalami pergantian dan saat ini beranggotakan berbagai
organisasi perempuan, seperti TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, Salimah, Ikatan
Bidan Indonesia (IBI), Aisyiyah, Muslimat, serta unsur organisasi lainnya
sebagai bentuk kolaborasi bersama Dinas PPPA.
Menurutnya, masih banyak organisasi yang belum mengetahui
bahwa mereka merupakan bagian dari Forum PUSPA. Karena itu, kegiatan tersebut
juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi
dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
" Forum PUSPA menjadi wadah kolaborasi pemerintah,
dunia usaha, organisasi masyarakat, media, perguruan tinggi, dan berbagai pihak
yang memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak. Permasalahan perempuan
dan anak tidak dapat diselesaikan sendiri, sehingga diperlukan sinergi semua
pihak," ujar dr. Wita.
Ia juga menekankan bahwa upaya melindungi perempuan dan anak
memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum laki-laki,
sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Ketua I TP-PKK Kabupaten Tubaba, Ny. Ana
Nadirsyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan
pemahaman perempuan mengenai hak-hak mereka, pemberdayaan, serta perlindungan
hukum.
Menurutnya, perempuan harus memiliki kesempatan untuk
berkembang, berkarya, dan memperoleh perlindungan yang sama tanpa adanya
diskriminasi gender.
" Melalui Forum PUSPA, perempuan didorong untuk berdaya
dan memahami hak-haknya agar memperoleh perlindungan hukum. Berdaya tidak hanya
bekerja di luar rumah, tetapi juga menjalankan peran penting dalam membangun
keluarga yang kuat," katanya.
Ia juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap
perempuan dan anak yang memerlukan kepedulian bersama.
" Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan
tanggung jawab bersama. Karena itu, Forum PUSPA harus menjadi garda terdepan
dalam mendorong kepedulian dan memastikan perempuan serta anak memperoleh
perlindungan dan hak-haknya," tambahnya.
Ny. Ana juga mengingatkan pentingnya pola pengasuhan yang
tepat dalam mendidik anak. Menurutnya, orang tua perlu membedakan antara sikap
tegas dalam membentuk karakter anak dengan tindakan kasar yang dapat
menimbulkan kekerasan verbal maupun fisik dan berdampak pada kondisi psikologis
anak.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi
mengenai “Mewujudkan Keadilan dan Perlindungan Bersama Forum Puspa” yang
disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Tubaba, Budi
Sugiyanto, S.H., M.H.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap
kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan
pemberdayaan perempuan, memperluas pemahaman masyarakat terhadap perlindungan
hukum, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.