Dibaca 20 Kali
Panaragan - tubaba.go.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Tubaba Art Festival (TAF) ke-10 Tahun 2026, Rabu (28/10/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., dan diikuti jajaran kepala OPD terkait serta perwakilan Sekolah Seni Tubaba.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk mematangkan berbagai persiapan penyelenggaraan TAF ke-10, mulai dari kesiapan teknis, pemanfaatan ruang kegiatan, pelibatan pelaku seni dan UMKM, hingga strategi publikasi agar festival dapat berjalan lancar dan menjangkau masyarakat luas.
Dalam arahannya, Sekda Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan TAF ke-10 sangat bergantung pada kekompakan panitia, sinergi antar-OPD, serta kolaborasi dengan Sekolah Seni Tubaba dan seluruh pihak yang terlibat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran agar mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam mempersiapkan agenda seni dan budaya tersebut.
"Pekerjaan ini tidak akan sukses kalau kita tidak guyub, tidak kerja sama, dan tidak berkolaborasi. Masing-masing tidak bisa saling membanggakan diri sendiri," pesannya kepada seluruh peserta rapat.
Selain menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan teknis, Sekda juga meminta seluruh OPD dan pihak terkait berperan aktif dalam menyosialisasikan TAF ke-10. Publikasi diharapkan dilakukan melalui media daring maupun website resmi masing-masing perangkat daerah agar informasi mengenai festival tersampaikan secara luas dan mendorong partisipasi masyarakat.
Melalui koordinasi yang intensif, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap seluruh persiapan operasional dapat segera dirampungkan sehingga TAF ke-10 dapat terselenggara dengan baik sebagai ruang perayaan seni, budaya, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Sekolah Seni Tubaba, John, memaparkan konsep pemanfaatan ruang festival yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari area depan hingga bagian belakang kawasan kegiatan.
Area depan akan dimanfaatkan untuk Pasar Jenama, yang melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan beragam produk kuliner, kriya, dan fesyen. Sementara itu, area rumah-rumah tradisional di bagian dalam hingga panggung teras belakang akan difokuskan untuk pameran seni rupa, ruang diskusi, serta panggung pertunjukan utama.
Menurutnya, pemanfaatan seluruh area tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman festival yang beragam, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku seni, komunitas kreatif, dan UMKM untuk menampilkan karya serta produk mereka kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan seni, TAF ke-10 juga dirancang sebagai ruang edukasi dan apresiasi bagi generasi muda. Untuk itu, Sekolah Seni Tubaba meminta dukungan Dinas Pendidikan agar mengerahkan siswa-siswi tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti kegiatan gallery tour atau tur apresiasi pameran.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar akan dipandu untuk mengenal dan mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan, termasuk pameran seni rupa dan pameran karya Data Art yang merupakan hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan seni para pelajar sekaligus menumbuhkan minat terhadap kreativitas dan perkembangan seni kontemporer.
Tubaba Art Festival ke-10 direncanakan berlangsung pada 7 November 2026, dengan seremoni pembukaan yang difokuskan pada sore hari dan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan hingga malam.
Festival ini akan menghadirkan beragam kolaborasi seni, mulai dari paduan suara, teater ekologi, hingga seni tari, yang mempertemukan seniman lokal Tubaba dengan seniman dari luar daerah.
Melalui penyelenggaraan TAF ke-10, Pemkab Tubaba berharap festival ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, penguatan ekosistem seni, promosi produk lokal, serta sarana edukasi yang memperluas keterlibatan masyarakat dalam kehidupan seni dan budaya di Tubaba.