Dibaca 60 Kali
Diskominfo Tubaba — Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menerima audiensi bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro dalam rangka pembahasan penambahan layanan kesehatan Hemodialisa bagi masyarakat Tubaba. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Selasa (12/05/2025).
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah (Hemodialisa).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menyampaikan bahwa kebutuhan layanan hemodialisa bagi masyarakat saat ini sangat mendesak dan memerlukan perhatian bersama. Menurutnya, masih banyak pasien gagal ginjal di Tubaba yang harus menempuh perjalanan jauh untuk menjalani cuci darah dengan keterbatasan ekonomi maupun sarana transportasi.
Ia mencontohkan kondisi masyarakat yang harus melakukan perjalanan puluhan kilometer demi mendapatkan layanan hemodialisa. Bahkan terdapat pasien yang harus diantar oleh ibunya yang telah lanjut usia menggunakan sepeda motor sebanyak dua kali dalam seminggu.
“Kami melihat langsung bagaimana beratnya perjuangan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ada pasien yang harus menempuh perjalanan jauh dengan kondisi fisik yang lemah, bahkan ada yang sampai diikat di atas motor demi keamanan selama perjalanan. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah,” ujar Nadirsyah.
Menurutnya, Pemerintah Daerah mendukung penuh pemenuhan standar keamanan dan kualitas layanan kesehatan, termasuk kelayakan alat dan operasional hemodialisa. Namun demikian, pihaknya berharap terdapat solusi terhadap proses administrasi yang saat ini masih menjadi kendala agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera berjalan.
“Kalau berkaitan dengan keselamatan pasien dan standar alat, tentu kami juga tidak ingin mengambil risiko. Tetapi apabila hambatannya hanya pada proses administrasi dan dokumen yang masih berjalan, kami berharap ada solusi bersama agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat segera berjalan,” katanya.
Nadirsyah juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat siap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat maupun pihak terkait guna mempercepat proses perizinan dan pemenuhan persyaratan layanan hemodialisa.
“Anggaran sudah tersedia dan kebutuhan masyarakat sangat mendesak. Harapan kami, layanan hemodialisa ini dapat segera berjalan agar masyarakat tidak lagi terbebani oleh jarak, biaya transportasi, maupun risiko perjalanan yang selama ini mereka hadapi,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro, dr. Bellza Rizki Ananta, M.Kes., AAAK menjelaskan bahwa proses akreditasi dan kredensialing layanan CAPD/dialisis di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada prinsipnya telah berjalan dengan baik. Dari tujuh persyaratan mutlak yang harus dipenuhi, sebagian besar dokumen telah lengkap dan diterima.
Namun demikian, masih terdapat satu persyaratan utama yang saat ini sedang dalam proses, yakni PKS pengadaan BMKP dengan vendor CAPD. Dokumen tersebut menjadi syarat wajib sebelum layanan dapat diakses dan dioperasionalkan.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap layanan hemodialisa sangat mendesak. Oleh karena itu, kami terus membuka ruang komunikasi dan pendampingan agar seluruh persyaratan dapat segera dipenuhi,” ujar dr. Bellza.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dan tindak lanjut terhadap proses PKS yang saat ini masih berjalan di tingkat kementerian. Selain itu, BPJS Kesehatan turut memberikan referensi rumah sakit yang telah berhasil menyelesaikan proses kerja sama vendor CAPD dalam waktu relatif cepat.
Menurutnya, BPJS Kesehatan tidak memiliki tujuan untuk memperlambat pelayanan, melainkan memastikan seluruh standar dan persyaratan layanan kesehatan terpenuhi demi keamanan dan keselamatan pasien.
“Harapannya, setelah dokumen PKS vendor CAPD selesai, maka proses layanan dapat segera dilanjutkan sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan hemodialisa dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah, dan optimal,” tutupnya.