Dibaca 81 Kali
Panaragan Jaya – tubaba.go.id – Pemerintah Kabupaten Tulang
Bawang Barat (Tubaba) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026
di Sesat Agung Kompleks Islamic Center Tubaba, Selasa (14/07/2026). Kegiatan
tersebut dihadiri anak-anak mulai dari jenjang TK hingga SMA, para guru, serta
orang tua dan wali penerima santunan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten
Tubaba bersama BAZNAS Tubaba.
Acara diawali dengan penampilan Tari Sembah yang dibawakan siswi
SDN 18 Tulang Bawang Tengah sebagai bentuk penyambutan kepada para tamu
undangan.
Mewakili Bupati Tubaba, Asisten II Bidang Pemerintahan dan
Pembangunan, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari
Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan
hak-hak anak.
"Peringatan tahun ini terasa sangat istimewa karena
Pemkab Tubaba dapat berjalan beriringan dan berkolaborasi erat dengan Tim
Penggerak PKK dan BAZNAS Tubaba. Ini adalah bukti nyata bahwa urusan masa depan
anak bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif kita
bersama," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan
perlindungan nyata kepada anak-anak serta memastikan tidak ada anak yang
kehilangan hak pendidikan maupun perlindungan.
"Mari kita canangkan momentum HAN 2026 ini untuk lebih
peka terhadap lingkungan sekitar kita. Jika melihat ada anak yang putus
sekolah, laporkan. Jika melihat ada anak yang mengalami kekerasan, lindungi dan
bantu," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Tubaba, Ny.
Novianti Novriwan, mengatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang,
perlindungan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta lingkungan yang aman dan
bebas dari kekerasan.
"Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab
pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah,
masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku
kepentingan," ungkapnya.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan anak,
TP-PKK bersama Pemerintah Kabupaten Tubaba dan BAZNAS memberikan santunan
kepada 100 anak yatim dan piatu.
"Santunan ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi
merupakan wujud kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam
menghadirkan harapan serta semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh,
dan meraih cita-cita," ujar Novianti.
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 turut dimeriahkan
dengan berbagai penampilan kreatif dari pelajar, di antaranya dongeng "Limo
Pilar Sai untuk Menuju Kewawayan Masyarakat Tubaba" yang dibawakan siswa
SD Negeri 14 Tulang Bawang Udik, serta drama pendek "Benang yang Koyak,
Hati yang Rekat" yang dipersembahkan siswa SMP Negeri 8 Tubaba. Penampilan
tersebut mengangkat pesan pendidikan karakter, kepedulian, persahabatan, dan
pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada
anak-anak yatim dan piatu oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba bersama BAZNAS
sebagai wujud nyata kepedulian dalam mendukung tumbuh kembang anak serta
memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Tubaba sebagai Kabupaten Layak Anak.