Dibaca 10 Kali
Panaragan - tubaba.go.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) lewati beberapa target yang ditetapkan dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung. Ada beberapa capaian positif Pemkab Tubaba berdasarkan hasil rekapitulasi data dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Provinsi Lampung yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (20/10/2026).
Data capaian terduga TBC di tatalaksana sesuai standar di Tubaba berhasil menembus angka 105% melampaui target Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Provinsi Lampung yang ditetapkan sebesar 79,15%.
“Per 19 Oktober, pada tatalaksana penanggulangan TBC, kita mencapai 4.202 orang suspek TBC dari suspek sebanyak 4.013 orang yang ditetapkan. Capaian ini sebesar 105% dari target Provinsi yang ditetapkan sebesar 79,15%”, ujar Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Ns. Majril, S.Kep., M.S. di ruang rapat Sekretaris Daerah usai rakor.
Selain itu, Majril juga menyampaikan ada tiga kategori terkait penanganan TBC yang menorehkan tren positif berdasarkan rekapitulasi data yang diperoleh dari 20 layanan dan fasilitas Kesehatan yang tersebar di Tulang Bawang Barat.
“Capaian Enrollment Rate yang memulai pengobatan TBC di Tulang Bawang Barat juga sangat baik. Untuk layanan TBC kategori Sensitif Obat (SO) inisiasi pengobatan terhadap penderita TBC telah mencapai angka 95%, sama dengan target yang ditetapkan. Sedangkan untuk layanan TBC Resistan Obat (RO) telah mencapai 100%, di atas 90% sesuai dengan target yang ditetapkan,“ lanjutnya lagi.
“Untuk jumlah kasus TBC SO yang diobati, capaian treatment success rate di Tulang Bawang Barat mencapai 94%, di atas target yang ditetapkan sebesar 90%. Sedangkan jumlah kasus untuk TBC RO, treatment success rate mencapai 100% selisih sekitar 15% dari target,” terang Majril.
“Sedangkan untuk pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulolsis atau TPT, ada 6 Puskesmas yang capaiannya di atas target. Puskesmas Poned Daya Murni, Panaragan Jaya, Pagar Dewa, dan Suka Jaya serta Puskesmas Rawat Inap Candra Mukti dan Dwikora Jaya berhasil melebihi target. Namun secara keseluruhan perlu lebih kita maksimalkan lagi, hingga bisa melewati target yang ditetapkan,” tambah Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum ini.
Dalam rakor yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela ini, Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam meningkatkan capaian penanggulangan TBC.
“Rekapitulasi data menunjukkan bahwa penemuan kasus TBC di Provinsi Lampung baru mencapai 44,2%, baru ditemukan 13.580 kasus dari estimasi kasus sebesar 30.745 yang ditetapkan,” ujar Jihan.
“Mari kita tingkatkan kolaborasi lintas sektoral di masing-masing kabupaten dan kota, dorong pemanfaatan skrining mandiri berbasis masyarakat melalui website Peduli TB Lampung dan pelibatan masyarakat secara luas. Hal ini akan mempercepat penanggulanan TBC di Provinsi Lampung,” pungkasnya.