Dibaca 34 Kali
Panaragan - Tubaba go.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin, memberikan arahan dalam kegiatan pembekalan Credit Marketing Officer (CMO) Tubaba Berdaya terkait sosialisasi produk kredit dari PT Bank Lampung, yang berlangsung di ruang rapat Bupati Tubaba, Selasa (14/04/2026).
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari jejaring opsi Program Nomor 3 Bupati, yakni Tubaba Berdaya, dengan target penyaluran mencapai Rp1 miliar per tiyuh yang akan dievaluasi langsung oleh Bupati.
“Kita perlu ikut terlibat dalam pemasaran program KUR Super Mikro ini untuk mensukseskan program unggulan Bupati. Syarat utama KUR adalah memiliki usaha, dan kita tentu mengetahui masyarakat di sekitar kita yang memiliki usaha,” ujar Sekda.
Ia juga menegaskan peran aktif seluruh ASN untuk turut menjadi bagian dari pemasaran program tersebut. “Setelah kegiatan ini, kita semua menjadi marketing. Kita akan dinilai oleh Bupati sampai target program ini tercapai,” tegasnya.
Sekda berharap seluruh kepala OPD dapat segera mensosialisasikan program ini kepada jajaran masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya strategi dalam memenuhi persyaratan perbankan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Lampung Tubaba, Robizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi terkait produk Bank Lampung yang digunakan dalam program Tubaba Berdaya.
Ia memaparkan realisasi penyaluran KUR Super Mikro di sembilan kecamatan, di antaranya:
Tulang Bawang Tengah: 88 debitur (Rp567 juta)
Tulang Bawang Udik: 31 debitur (Rp680 juta)
Tumijajar: 30 debitur (Rp680 juta)
Pagar Dewa: 1 debitur (Rp40 juta)
Gunung Agung: 36 debitur (Rp496 juta)
Lambu Kibang: 32 debitur (Rp332 juta)
Way Kenanga: 5 debitur (Rp54 juta)
Gunung Terang: 6 debitur (Rp60 juta)
Batu Putih: 25 debitur (Rp290 juta)
Robizal berharap penyaluran ini dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha masyarakat dan perekonomian di Tubaba.
Ia menjelaskan bahwa KUR merupakan kredit modal kerja dan investasi yang bersumber dari perbankan sebagai bagian dari program pemerintah, dengan keunggulan tanpa agunan dan tanpa biaya administrasi.
Selanjutnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Untung Budiono, menambahkan bahwa peran ASN dalam program ini difokuskan pada sosialisasi, edukasi, serta pendataan calon debitur.
“ASN Tubaba membantu mensosialisasikan dan menghimpun data, dengan syarat usaha telah berjalan minimal enam bulan dan tidak memiliki kredit macet. Data yang dihimpun cukup sederhana, seperti NIK suami dan istri,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap OPD diminta memetakan domisili ASN untuk mempermudah pelaksanaan sosialisasi di wilayah tempat tinggal masing-masing. Sistem ini dinilai efisien tanpa mengurangi efektivitas, sekaligus mendukung program PHBC (Program Hasil Terbaik Cepat).
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan ASN, diharapkan Program Tubaba Berdaya melalui KUR Super Mikro dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Kris)