Dibaca 53 Kali
Diskominfo Tubaba – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., memimpin Rapat Koordinasi Penyusunan dan Finalisasi Data Statistik Daerah Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Senin (23/02/2026).
Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan data statistik daerah yang akan dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan finalisasi secara komprehensif, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) bukan semata-mata menjadi tanggung jawab BPS, melainkan tanggung jawab bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Jangan berpikir bahwa data itu hanya milik BPS karena mereka yang meminta. Data tersebut berdampak besar terhadap berbagai komponen perhitungan daerah kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai indikator strategis seperti angka konsumsi, pertumbuhan ekonomi, serta indikator makro lainnya bersumber dari data yang dihimpun dan disajikan. Akurasi data sangat memengaruhi perhitungan transfer anggaran ke daerah. Perubahan pada indikator statistik dapat berdampak langsung terhadap besaran dana yang diterima pemerintah daerah.
Sebagai contoh, pada sektor pendidikan, alokasi anggaran mencapai hampir Rp100 miliar, termasuk untuk pembayaran gaji guru. Ketidaktepatan data berpotensi memengaruhi kualitas perencanaan dan penganggaran.
Oleh karena itu, Sekda meminta agar seluruh OPD memberikan perhatian serius terhadap kualitas data serta melakukan koordinasi yang intensif dengan BPS. Ia juga menekankan agar penyajian data dipisahkan secara jelas antara data riil lapangan dan data hasil olahan statistik, disertai penjelasan mengenai metode perhitungan serta dampak jika terjadi perubahan indikator.
Sementara itu, dalam pengantarnya, Kepala BPS Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sartika Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa proses penyusunan data saat ini telah memasuki tahap finalisasi sebelum dipublikasikan melalui website resmi.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar data dalam buku publikasi merupakan data sekunder yang dihasilkan oleh OPD, sedangkan BPS berperan dalam mengompilasi, mengolah, serta memastikan kesesuaian dan kualitas penyajiannya.
“Kualitas data daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dihasilkan oleh OPD. BPS siap melakukan pembinaan dan pendampingan agar data yang dihasilkan semakin baik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sartika.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa beberapa data yang sebelumnya masih dalam bentuk raw data atau data mentah telah melalui proses pengolahan serta koordinasi bersama OPD sebagai produsen data untuk memastikan kesesuaian substansi sebelum dipublikasikan.
Ia juga menegaskan bahwa data yang sepenuhnya bersumber dari BPS dalam publikasi tersebut adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan data lainnya berasal dari OPD terkait.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan finalisasi data statistik daerah dapat menghasilkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan disepakati bersama, sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.