Transformasi RSUD Tubaba: Menuju Pusat Layanan Kesehatan Unggulan dan Mandiri

Tuesday, 13 Jan 2026

Dibaca 54 Kali

Kominfo.tubaba.go.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam dunia pelayanan kesehatan. Di bawah nakhoda dr. Pramono Satrio Wibowo, rumah sakit kebanggaan daerah ini menargetkan kenaikan status menjadi tipe C dengan menghadirkan layanan spesialis yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Langkah transformatif ini ditandai dengan pembangunan fasilitas gedung baru tiga lantai yang diproyeksikan menjadi pusat penanganan medis modern. Transformasi ini bukan sekadar soal peningkatan fisik bangunan, melainkan upaya besar untuk menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan berkualitas tanpa harus keluar daerah.

​Salah satu terobosan yang paling dinantikan adalah pengadaan teknologi medis mutakhir untuk menangani kasus penyakit kritis seperti Kanker, Jantung, dan Stroke (KJS). RSUD Tubaba akan dilengkapi dengan alat Cath Lab, sebuah teknologi canggih yang memungkinkan tindakan pembersihan pembuluh darah jantung (PCI) dan penanganan saraf melalui metode minimal invasif atau tanpa bedah terbuka.

"Kapasitas perawatan intensif juga akan diperkuat secara signifikan. Kami menyiapkan ruang ICU, PICU, NICU, hingga ICU Jantung yang memadai untuk memastikan pasien dengan kondisi kritis mendapatkan penanganan terbaik secara cepat dan tepat," ujar dr. Pramono.

Selain itu, bagi warga di wilayah utara Tubaba, kehadiran layanan Hemodialisa (cuci darah) yang sedang dalam tahap finalisasi perizinan menjadi angin segar. Pasien gagal ginjal kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kabupaten tetangga untuk mendapatkan perawatan rutin.

​Untuk menjamin konsistensi kualitas layanan, RSUD Tubaba menerapkan program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS). Melalui sistem ini, para dokter spesialis akan berkomitmen memberikan pelayanan penuh waktu bagi pasien di RSUD Tubaba. Hal ini memastikan ketersediaan layanan dari Senin hingga Sabtu berjalan optimal tanpa kendala kehadiran tenaga medis.

Semangat transformasi ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba. Sekretaris Daerah, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.

​"Kita ingin memakmurkan aset daerah sendiri. Dengan memperkuat sistem rujukan satu pintu dan memastikan fasilitas kita mampu menangani berbagai kasus medis, RSUD Tubaba akan tumbuh menjadi institusi yang kuat dan mandiri," ungkap Iwan Mursalin dalam arahannya, di Ruang Rapat Sekda. Selasa (13/01/2026).

​Visi besar ini juga mencakup penguatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemkab Tubaba berkomitmen penuh untuk menjaga cakupan kesehatan semesta (UHC) melalui penguatan kepesertaan masyarakat. Dengan mengarahkan rujukan ke RSUD Tubaba, pendapatan yang dihasilkan akan diputar kembali menjadi modal pengembangan fasilitas dan layanan pasien.

Meskipun operasional gedung baru diperkirakan berjalan penuh pada tahun 2027, manajemen RSUD optimistis dapat menunjukkan performa layanan yang jauh lebih baik sepanjang tahun 2026 ini.

​"Dukungan regulasi dan komitmen rujukan dari pemerintah daerah adalah kunci. Jika ekosistem ini terbentuk, RSUD Tubaba bukan hanya menjadi pusat penyembuhan, tapi juga menjadi aset kebanggaan yang sehat secara layanan maupun finansial," pungkas dr. Pramono.

Diposting oleh Richard
Dinas Komunikasi dan Informatika